Jangan Dulu Buat Laporan Keuangan Kalau Belum Lakukan ini

Sobat KJAASP disini sudahkah punya usaha? pengen punya usaha? atau pengen dapet ilmu nya dulu?

Di web ini akan di bahas alasan jangan dulu buat laporan keuangan kalau belum melakukan satu hal. Karena hal ini penting sebagai pondasi dalam berjualan

Tapi sebelum masuk ke inti, akan di berikan intro dulu atau pemanasan supaya membuka pikiran Sobat KJAASP agar nantinya bisa menyerap penjelasan dengan baik. Karena pembahasan tentang akuntansi akan lebih mudah bila dihubungkan dengan realita atau dibuat suatu ilustrasi

Pada suatu ketika, waktu Ibu Atik sedang mengisi acara sebagai narasumber, Ibu Atik bertanya kepada peserta yang bernotabene seorang pengusaha. 

“Bagaimana selama ini cara menentukan Harga Jual untuk produk Bapak/Ibu”.

Peserta pun menjawab “Ya asal aja bu yang penting balik modal dan ada lebihan dikit yang kita anggep laba.”

“Kira-kira berapa laba yang didapatkan dari penjualan tersebut?” tanya Ibu Atik lagi”

“Ya enggak tahu bu soalnya langsung diambil buat kebutuhan sehari-hari, pokoknya yang penting cukup aja gitu.” jawab salah satu peserta

Disinilah poin yang akan di bahas, yaitu cara menentukan HPP atau dalam akuntansi dikenal dengan Harga Pokok Penjualan. Kalau dalam bahasa umumnya adalah harga minimal kita jual produk dimana kita tidak rugi dan tidak untung.

Kemudian dari HPP ini maka akan ditemukan adanya Harga Jual

Harga pokok penjualan ini biasanya ditentukan menggunakan harga per produknya atau sekali pelayanan bila itu usahanya dibidang jasa

Kira-kira berapa Harga Jual yang pas untuk satu produk tertentu? Atau dengan prosentase kisaran berapa agar kita tidak terlalu panik apabila ada kenaikan harga bahan baku?

Jawaban pasti sebenarnya tidak ada, karena kebutuhan bahan baku itu tidak sama antara produk satu dengan produk lainnya

Tetapi kali ini akan diambilkan contoh saja untuk memberikan gambaran kepada Sobat KJAASP

Kita ambil kan contoh usaha jualan ayam geprek, karena banyak sekali diminati konsumen sehingga banyak sekali penjual yang menjajakan ayam geprek sampe ada burger dan kebab ayam geprek.

Kita akan hitung HPP dan Harga Jual dengan prosentase keuntungan 30% ya yang akan disajikan dalam gambar berikut. (Disclaimer)

Oranye Garis Minimal Stiker Agenda Rapat Tim Presentasi

              Bahan Baku Ayam Geprek

Oranye Garis Minimal Stiker Agenda Rapat Tim Presentasi 1 1

                      Bahan Pendukung

Dari gambar diatas, kita membutuhkan 2 bahan, yaitu bahan baku yang merupakan bahan utama dari terciptanya sebuah ayam geprek. 

Serta bahan pendukung yaitu box nasi dan plastik apabila ada pelanggan yang membeli produk take away.

Pada contoh ini, akan dihasilkan 80 porsi ayam geprek + nasi

Kemudian, dari total bahan baku dan pendukung sebesar Rp698.500 dibagi 80 porsi ayam geprek maka akan memperoleh HPP sebesar Rp8.731

Dari HPP tersebut kita akan mematok laba sebesar 30% dari harga jual yaitu 130% x Rp8.731 menjadi Rp 11.351

Kita bisa jual ayam geprek dengan pembulatan menjadi Rp12.000 atau bisa kisaran Rp12.000 – Rp15.000

Bagaimana Sobat KJAASP? apakah sudah jelas dengan penjelasan diatas? Atau pengen contoh perhitungan HPP untuk produk lain? komen dibawah yaaa 😀

Dan Jika Sobat KJAASP pengen belajar lebih jauh mengenai perhitungan HPP/Harga Jual/Pelaporan keuangan? Silakan hubungi kami dengan kontak berikut dan manfaatkan konsultasi GRATIS dengan Kami.

WA : https://wa.me/6281226924491

Instagram : https://bit.ly/instagramkjaasp_official

Facebook : https://bit.ly/facebookKJAASP

Web : https://www.kjaatik.id/

Tiktok : https://bit.ly/tiktokkjaasp_official

Youtube : https://bit.ly/youtubeKJAASP

Atau bisa berkunjung langsung ke kantor kami di Perumahan Permata Hijau Ketawang No A1, Mejing Lor, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta https://bit.ly/MapsKJAASP